Categories
Konsultasi Narkoba Terapi Online Narkoba

Pemulihan Kecanduan Alkohol Dan Narkoba

Pemulihan Kalian Dari Kecanduan Di Mulai dari Sini

Siap berubah dalam penggunaan alkohol atau narkoba ?

Kami siap untuk memberikan panduan langkah demi langkah untuk dapat membantu kalian mengatasi craving (keinginan, mengidam), kekambuhan, dan gangguan akibat penggunaan alkohol dan narkoba. Kami menyediakan dua metode terapi, yang bisa saling melengkapi, yaitu terapi secara online (melalui aplikasi Jasa Sehat) dan terapi secara tatap muka di Tirto Jiwo, Panti Rehabilitisasi Jiwa dan Narkoba.

Jasa Sehat adalah wadah digital terkemuka terapi kecanduan dan terapi kesehatan jiwa yang mengkhususkan diri dalam pemberian terapi yang telah diakui dan terbukti secara ilmiah.

Artikel untuk memperdalam pemahaman kita tentang kesiapan untuk berubah.

Tahap pertama dalam proses rehabilitasi adalah kesiapan untuk berubah. Ada 5 tahap dalam sebuah perubahan: tahap prakotemplasi, tahap kotemplasi, tahap persiapan, tahap aksi, dan tahap pemeliharaan.

Banyak pecandu narkoba yang mengalami keragu-raguan atau mempunyai perasaan campur baur (mixed feeling) antara keinginan untuk terus memakai narkoba dengan keinginan untuk berhenti.

Kalian tidak akan menggunakan narkoba atau alkohol bila kalian tidak menikmatinya. Sayangnya, kalian menjadi berlebihan sehingga terjadilah kecanduan. Semua yang berlebihan pasti mempunyai sisi buruk.

Kisah Nyata Orang Orang Yang Bisa Bebas dari Narkoba

Bisa berhasil bebas dari alkohol dan narkoba adalah suatu prestasi besar yang patut dibanggakan. Tidak banyak yang berhasil bebas alkohol dan narkoba dalam waktu lama. Kebanyakan kambuih kembali. Berikut ini beberapa kisah nyata orang yang bisa bebas alkohol dan anrkoba.

Gina, Patrick.Jules dan Katie telah berhasil bebas dari alkohol dan narkoba

Brittany Shelton berasal dari keluarga berantakan. Tidak heran bila dia kemudian juga terjebak dalam kecanduan. Dengan dukungan program 12 langkah, dia bisa bangkit dan bebas narkoba.

Pada usia 14 tahun, saya merokok mariyuana dan tembakau setiap hari, beberapa kali sehari. Merokok ganja membantu saya melupakan siapa saya. perasaan yang muncul luar biasa. 

Motivasi adalah kunci perubahan perilaku penggunaan narkoba.

Pembimbing pengguna narkoba dapat mendukung upaya klien menuju perubahan positif dalam penggunaan narkoba. Upaya tersebut dialkukan dengan mengidentifikasi dan meningkatkan motivasi yang sudah ada. Pendekatan motivasi didasarkan pada prinsip konseling yang berpusat pada orang. Pembimbing akan menggunakan empati, bukan otoritas dan kekuasaan. Hal tersebut adalah kunci untuk meningkatkan motivasi klien untuk berubah. Klien adalah ahli dalam pemulihan mereka sendiri dari narkoba.

Pembimbing rehabilitasi akan melibatkan kalian dalam kemitraan yang bersifat kolaboratif. Ambivalensi (perasaan belum menentu, mau berhenti atau tidak) tentang perubahan itu normal. Resistensi terhadap perubahan adalah ekspresi ambivalensi tentang perubahan, bukan sifat atau karakteristik klien. Pendekatan konfrontasional meningkatkan penolakan dan perselisihan klien dalam hubungan konseling. Pendekatan motivasi mengeksplorasi ambivalensi dalam cara yang tidak menghakimi dan penuh kasih sayang.

Strategi konseling motivasi akan disesuaikan dengan tingkat motivasi klien. Tujuannya untuk mengubah perilaku penggunaan narkoba sesuai dengan tahap masing masing.

  • Prekontemplasi
  • Kontemplasi
  • Persiapan
  • Tindakan
  • Pemeliharaan

Pendekatan konseling motivasi yang efektif bisa berjalan singkat. Intervensi singkat menekankan dua tujuan utama, yaitu: pengurangan risiko terkait kesehatan dari penggunaan narkoba dan penurunan konsumsi.

Wawancara Motivasi

Kami juga menerapka wawancara motivasi (MI) dan pendekatan konseling motivasi lainnya. Seperti terapi peningkatan motivasi (motivation enhancement therapy) yang merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan motivasi di seluruh tahap perubahan. Pendekatan konseling motivasi didasarkan pada prinsip-prinsip konseling yang berpusat pada orang. Yang berfokus pada membantu klien untuk menyelesaikan ambivalensi tentang mengubah penggunaan narkoba dan perilaku berisiko kesehatan lainnya.

MI adalah pendekatan konseling motivasi yang paling banyak diteliti dan disebarluaskan dalam pengobatan narkoba. Semangat MI (yaitu, kemitraan, penerimaan, kasih sayang, dan kebangkitan) adalah dasar dari keterampilan konseling inti yang diperlukan untuk meningkatkan motivasi klien untuk berubah. Keterampilan konseling inti MI dijelaskan dalam singkatan OARS (Pertanyaan terbuka, Afrmasi, Mendengarkan reflektif, dan Peringkasan).

Empati pembimbing rehabilitasi, seperti yang diekspresikan melalui mendengarkan secara reflektif, merupakan dasar MI. Penggunaan empati, daripada kekuatan dan pendekatan otoritatif, sangat penting untuk membantu klien mencapai dan mempertahankan perubahan perilaku yang langgeng.

Artikel Tentang Motivasi Untuk Berubah

Meski artikel dibawah ini tidak secara khusus dikaitkan dengan penggunaan alkohol dan narkoba, namun tulisan tentang motivasi dibawah ini akan dapat memperluas pemahaman kita tentang motivasi. Pemahaman tersebut akan diterapkan dalam berbagai konteks atau situasi.

Secara garis besar, motivasi dibagi dua kategori utama. Motivasi eksternal dan motivasi internal. Meski demikian, ada beberapa variasi dari motivasi internal maupun eksternal, seperti motivasi insentif, motivasi takut, dan lain lain.

Motivational Interviewing (MI) atau wawancara motivasi, adalah teknik pengobatan yang digunakan untuk mengatasi kecanduan dan gangguan penggunaan zat pada pasien dengan memperkuat motivasi dan komitmen seseorang untuk tujuan tertentu, seperti berhenti minum obat.

Motivasi intrinsik mengacu pada perilaku yang didorong oleh penghargaan internal. Dengan kata lain, motivasi untuk terlibat dalam suatu perilaku muncul dari dalam diri individu karena secara alami memuaskan Anda.

Mengapa Seseorang Kecanduan Narkoba dan Lainnya Tidak?

Agar bisa bebas dari alkohol dan narkoba, atau membantu seseorang agar bisa terbeas dari alkohol dan narkoba, kita perlu memahami sains tentang kecanduan alkohol dan narkoba.

Kecanduan didefinisikan sebagai gangguan kronis yang disertai kambuh. Ditandai dengan pencarian dan penggunaan obat kompulsif meskipun ada konsekuensi yang merugikan

Ada beberapa faktor resiko remaja menggunakan narkoba, seperti :stress tinggi, bosan, uang saku besar, ditinggal semalaman di rumah.

Hampir semua orang yang kecanduan, pada waktu awal percaya bahwa mereka dapat berhenti menggunakan narkoba. Sebagian besar mereka telah mencoba berhenti tanpa pengobatan. Meskipun beberapa orang berhasil, banyak yang mengalami kegagalan untuk mencapai bebas narkoba jangka panjang.

Cognitive behavioral therapy (CBT), terapi perilaku kognitif.

CBT adalah metode konseling kesehatan mental yang diciptakan pada tahun 1960 oleh Dr. Aaron T. Beck. Terapi perilaku kognitif digunakan secara luas saat ini dalam pengobatan kecanduan. CBT mengajarkan pecandu untuk menemukan hubungan antara pikiran, perasaan, dan tindakan mereka. Dan meningkatkan kesadaran tentang bagaimana hal-hal ini memengaruhi pemulihan. Selain kecanduan, CBT juga menangani gangguan yang terjadi bersamaan seperti:

  • Kegelisahan
  • Attention Deficit Disorder
  • Gangguan bipolar
  • Obsesive Compulsive Disorder atau Gangguan Obsesif Kompulsif (OCD)
  • Gangguan Makan
  • Gangguan Stres Pascatrauma (PTSD)

Bagaimana Cara Kerja Cognitive Behavioral Therapy?

Terapi perilaku kognitif menunjukkan bahwa banyak tindakan (perilaku) dan emosi yang merugikan, tidak logis atau tidak rasional. Perasaan dan perilaku ini mungkin berasal dari pengalaman masa lalu atau faktor lingkungan.

Ketika orang yang kecanduan memahami mengapa mereka merasa atau bertindak dengan cara tertentu , mereka menjadi lebih siap untuk mengatasi kecanduan mereka. Begitu pula, pemahaman tentang bagaimana perasaan dan tindakan tersebut mengarah pada penggunaan narkoba, membantu mereka mengatasi kecanduan.

Terapis perilaku kognitif membantu memulihkan pecandu untuk mengidentifikasi “pikiran otomatis” negatif mereka. Pikiran otomatis didasarkan pada dorongan hati dan sering kali berasal dari kesalahpahaman dan perasaan ragu-ragu dan takut yang terinternalisasi. Seringkali, orang mencoba mengobati pikiran dan perasaan menyakitkan ini sendiri dengan minum atau menyalahgunakan obat-obatan. Dengan terus-menerus mengingat kembali kenangan menyakitkan, pecandu yang pulih dapat mengurangi rasa sakit yang disebabkan olehnya. Mereka kemudian dapat mempelajari perilaku baru dan positif untuk menggantikan penggunaan narkoba atau alkohol.

Terapi Perilaku Kognitif dan Pengobatan Kecanduan

Pikiran negatif otomatis sering kali menjadi akar penyebab gangguan depresi dan kecemasan. Kondisi tersebut umum terjadi bersamaan dengan kecanduan. Artinya, pikiran otomatis dapat membuat seseorang lebih cenderung menyalahgunakan obat-obatan dan alkohol. CBT membantu pasien mengatasi kecanduan narkoba dan alkoholisme dengan:

  • Membantu menyingkirkan keyakinan salah dan rasa tidak aman yang menyebabkan penyalahgunaan zat
  • Menyediakan alat bantu diri untuk memperbaiki suasana hati mereka
  • Mengajar keterampilan komunikasi yang efektif

Pemicu

Situasi yang “memicu” mengidam (craving) sepanjang hari – membuat banyak orang yang kecanduan tidak bisa melepaskan diri dari narkoba. Terapi perilaku kognitif membantu pemulihan pecandu menangani pemicu dalam tiga cara utama, (menurut National Institute on Drug Abuse:

  • Mengenali, kenali situasi atau kondisi yang menjurus kearah pemakaian alkohol atau narkoba.
  • Hindari, jauhkan diri dari hal hal yang bisa memicu kambuh.
  • Atasi (Cope), gunakan metode CBT untuk menghilangkan atau mengendalikan emosi dan pikiran yang mendorong kearah penggunaan narkoba.

Teknik terapi perilaku kognitif dapat dilakukan di luar ruangan terapis. Pemulihan pecandu dapat melakukan banyak latihan CBT sendiri, dari rumah atau dalam kelompok.

Artikel Tentang Craving

Ada 5 cara mengatasi craving: dengan mengalihkan perhatian, melakukan defusion (mengamati craving yang terjadi), bicara kepada kawan, bicara kepada diri sendiri, dan mengingat dampak buruk pemakaian narkoba

Dalam istilah sehari-hari, craving (ngidam) adalah keinginan yang kuat akan sesuatu. Misalnya, mengidam yang umum adalah makanan.

Salah satu tujuan utama pengobatan kecanduan narkoba adalah untuk mengajari pecandu cara mengatasi keinginan mengidam (craving). Dimana langkah pertamanya adalah mengenali pemicu munculnya craving tersebut.

Gunakan lembar kerja dibawah ini untuk latihan mengatasi kecanduan. Lebih baik lagi bila didampingi oleh pendamping rehabilitasi secara online.

Teknik Terapi Perilaku Kognitif

Terapis perilaku kognitif menggunakan latihan khusus untuk membantu pemulihan kecanduan. Contoh teknik CBT yang digunakan dalam pengobatan kecanduan meliputi:

Catatan Pikiran.

Pecandu dalam pemuihan memeriksa pikiran negatif otomatis dan mencari bukti obyektif yang mendukung dan menyangkal pikiran tersebut. Mereka membuat daftar bukti yang mendukung dan menentang pikiran otomatis mereka untuk membandingkan dan membedakan. Tujuannya adalah membantu mereka berpikir lebih seimbang dan tidak terlalu keras dengan mengevaluasi secara kritis apa yang mereka pikirkan. Contoh: “Manajer saya menganggap saya tidak berguna. Saya perlu minum alkohol untuk merasa lebih baik “. Pikiran yang negatif tersebut, perlu diubah menjadi” Melakukan kesalahan adalah hal yang normal, dan saya bisa belajar dari ini. Manajer saya akan menghargai saya belajar dari kesalahan saya dan mengindahkan nasihatnya. Saya tidak perlu alkohol untuk merasa lebih baik tentang diri saya. ”

Eksperimen Perilaku

Latihan ini membedakan pikiran negatif dengan pikiran positif untuk melihat mana yang lebih efektif dalam mengubah perilaku. Beberapa orang merespons kebaikan diri sendiri dan kritik diri sendiri dengan lebih baik. Eksperimen perilaku adalah tentang mencari tahu apa yang terbaik bagi individu. Contoh: “Jika saya terlalu keras pada diri sendiri setelah pesta minuman keras, saya akan lebih sedikit makan berlebihan” diubah menjadi . “Jika saya berbicara dengan baik kepada diri sendiri setelah pesta minuman keras, saya tidak akan makan berlebihan”.

Eksposur Berbasis Citra (Imagery Based Exposure)

Dalam latihan ini, pecandu dalam pemulihan memikirkan ingatan yang menghasilkan perasaan negatif yang kuat. Mereka mencatat setiap pemandangan, suara, emosi, pikiran, dan dorongan hati pada saat itu. Dengan sering mengunjungi kembali ingatan yang menyakitkan, seiring dengan berjalannya waktu, orang yang kecanduan dapat mengurangi kecemasan yang disebabkannya. Contoh: Seorang pria muda berfokus pada ingatan masa kecil yang menyakitkan. Dia mengingat setiap detail dan emosi saat itu. Dengan paparan berulang, ingatan menyebabkan rasa sakitnya semakin berkurang, mengurangi kebutuhan untuk mengobati diri sendiri dengan obat-obatan atau alkohol.

Jadwal Kegiatan Menyenangkan

Teknik ini melibatkan pembuatan daftar mingguan aktivitas yang sehat dan menyenangkan untuk menghentikan rutinitas harian. Tugas-tugas ini harus sederhana dan mudah dilakukan sambil mendorong emosi positif. Menjadwalkan aktivitas menyenangkan ini akan membantu mengurangi pikiran otomatis negatif dan kebutuhan selanjutnya untuk menggunakan obat-obatan atau minuman.

Berikut ini lembar kerja bebas narkoba. Silahkan lakukan latihan secara mandiri. Bila ada kesulitan, jangan segan untuk kontak para pendamping lewat aplikasi Jasa Sehat.

Unduh aplikasi Jasa Sehat dari App Store atau Play Store.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *